Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Mulai Dari Kecil, Tumbuh Menjadi Besar

Pile Of Coins © hericamel - Fotolia.com
Jangan kaget saat berhadapan dengan fakta bahwa sekarang banyak yang melupakan hal ini. Silahkan simak renukanku ini.

Rabu, 06 Maret 2013

Kemana Nasib MySQL Dalam Dekapan Oracle

MySQL logo
Aku berpendapat bahwa Oracle mendapat banyak manfaat dari kepemilikan MySQL melalui akusisi Sun Microsystems tiga tahun lalu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Oracle RDBMS dan MySQL RDBMS saling bersinggunang di beberapa segmen pasar. Jadi, wajar bila ada pertanyaan: "Kemana Nasib MySQL Di Bawah Manajemen Oracle?".

Senin, 10 Desember 2012

Apa Perlu Kita Ikut Reuni

Foto Labschool Jakarta Kelas IXD, Angkatan tahun 88

Pernah aku berpikir, "Apa gunanya ikut reuni?", "Kenapa perlu diadakan reuni?" dan "Apa yang akan aku lakukan saat reuni?". Silahkan simak renungan berikut ini.

Kalau diperhatikan, kata Reuni itu terdiri atas dua suku kata, yaitu Re yang berarti Kembali dan Uni yang berarti Menyatu. Jadi, kata Reuni itu bisa diartikan Kembali Bersatu. Lantas, apa gunanya kita kembali bersatu dalam sebuah reuni? Bukankah hubungan yang terjadi sebelumnya hanyalah sepenggal fragmen masa lalu dari kehidupan kita, yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kita saat ini? Ternyata, setelah dicerna lebih dalam, arti kata Reuni itu masih terlalu dangkal untuk membawa pemahaman yang cukup tentang perlunya partisipasi seseorang dalam sebuah reuni dari waktu ke waktu.

Setelah aku renungkan, ternyata tujuan dari sebuah reuni adalah untuk menjalin kembali tali silaturahmi dengan teman sekolah, kolega, rekan kerja, atau saudara yang sudah lama tidak bertemu, sambil mengenang nostalgia lama dalam canda dan tawa masa lalu. Sebuah reuni adalah suatu wahana bagi para pesertanya untuk melakukan 4B, yaitu: Berdatangan, Bertemu, Bernostalgia dan Bercanda. Kondisi saat ini, status sosial seseorang, maupun pengalaman hidup di luar rentang masa hubungan yang lalu biasanya tidak relevan terhadap tujuan reuni tersebut. Nilai dari sebuah reuni terletak pada hubungan yang terjadi di masa lalu, bukan pada apa atau siapa peserta reuni tersebut saat ini. Nilai yang terkandung di masa lalu inilah yang menjadi simbol perjalanan roda waktu yang terus bergulir di kehidupan kita masing-masing.

Jadi menurutku, partisipasi dalam reuni diperlukan oleh tiap individu karena kita secara naluriah memang memerlukannya, paling tidak untuk sejenak melupakan berjalannya waktu dan membawa kembali kenangan-kenangan masa lalu bersama kenalan-kenalan lama. Selain dapat memberi variasi dalam kehidupan kita, sebuah reuni juga dapat mengingatkan tentang jati diri kita yang tidak pernah berubah sepanjang waktu, yaitu jati diri seorang individu yang kekal dan tidak termakan zaman. Kenyataannya, kita memang pernah sekolah bersama di Labschool. Kita pernah sama-sama habiskan sebagian umur kita di sekolah ini. Walau zaman telah berubah, tapi fragmen kehidupan sekolah di Labschool adalah bagian dari realita kehidupan kita bersama.
Kita masih tetap sama seperti dulu, dan Kita Masih YPK.

*Tulisan ini didedikasikan pada teman-teman Labschool Angkatan 88.

Jumat, 30 November 2012

Rotasi Pergantian Karyawan, Dampaknya Terhadap Kerjasama Bisnis

Kemarin pagi aku kaget saat menerima telepon dari seorang rekanan bisnis yang akan segera mundur dari jabatannya sekarang dan memulai usahanya sendiri di bidang makanan. Walau rotasi pergantian karyawan adalah hal yang biasa dalam proses operasional sebuah perusahaan, namun bagaimana dampak yang dapat ditimbulkan dari situasi ini terhadap bisnis antar perusahaan?

Dalam konteks sumber daya manusia, rotasi pergantian karyawan adalah situasi di mana seorang pengusaha memperoleh atau kehilangan karyawan. Tingkat pergantian diukur pada masing-masing perusahaan dan bagi industrinya secara keseluruhan. Jika perusahaan dikatakan memiliki tingkat pergantian karyawan yang tinggi relatif terhadap pesaingnya, maka berarti karyawan di perusahaan tersebut memiliki rata-rata masa kerja yang lebih pendek dari karyawan-karyawan di perusahaan lain dalam industri yang sama. Tingkat pergantian tinggi dapat membahayakan produktivitas perusahaan jika terdapat banyak karyawan terampil yang meninggalkan posisinya dan jika persentase populasi pekerja pemula tinggi.

Selain itu, rotasi pergantian karyawan juga berdampak terhadap hubungan kerjasama bisnis antara dua atau lebih perusahaan. Pada dasarnya, seseorang relasi bisnis akan merasa nyaman saat melakukan bisnis dengan karyawan yang sudah dikenal dengan baik. Proses pergantian karyawan akan menyebabkan relasi bisnis tersebut memulai hubungan baru dengan karyawan yang menggantikan karyawan sebelumnya. Sedangkan proses ini akan memakan waktu. Selain itu, rotasi karyawan ini berpotensi menimbulkan gejolak yang tidak kondusif, terutama pada kerjasama atau proyek-proyek yang sedang berjalan.

Jadi, dengan alasan atau dalam bentuk apapun, rotasi pergantian karyawan tersebut adalah proses yang tidak dapat dihindari oleh setiap perusahaan, dan akan berdampak terhadap kemapanan bisnis yang sedang berjalan. Tergantung dari niat dan profesionalisme masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya, apakah pergantian ini akan memberikan dampak yang positif atau negatif bagi kerjasama bisnis selanjutnya. Namun, di atas semua hal itu, aku merasa senang dan mengucapkan selamat pada rekan bisnis yang memulai usahanya sendiri tersebut. Semoga beliau berhasil dan kita tetap berhubungan baik di masa datang.

Senin, 05 November 2012

Renungan Awam di Suatu Malam

Suatu hari, saya perhatikan berbagai hal tentang kehidupan kita di kota metropolitan. Hal-hal seperti seorang teman terlihat lebih bertambah tua dibandingkan teman saya lainnya, komunitas yang terbentuk dan berakhir setiap hari, tren yang berubah dari waktu ke waktu, dan kisah cerita berbeda yang terjalin dan dimainkan bersama-sama oleh orang-orang di seputar kita. Aku merenungkannya dan berpikir tentang fenomena ini.
Apakah Tuhan, Sang Sutradara Yang Maha Kuasa, ataukah manusia memegang kendali penuh atas sandiwara masyarakat kota ini?
Malam ini, tepat sebelum saya pergi tidur, dalam renungan sebuah pemikiran menyelinap masuk dalam benak. Bagi saya sebagai orang awam, kita tidak perlu mempersoalkan apa dan siapa yang mengendalikan tingkah polah kehidupan urban ini. Yang penting adalah apa yang kita percaya dan bagaimana kita sebagai bagian dari populasi menjalani hidup dengan baik. Peran positif kita dalam masyarakat adalah salah satu hal yang mengendalikan hal-hal yang saya sebutkan sebelumnya.
Selamat malam, dan tetaplah bina pikiran positif.