Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Batas Usia: Bar Seharusnya Tolak Anak-anak

Aku sedang berada di sebuah bar di kawasan Kuningan, Jakarta. Di meja sebelahku, duduk dua orang perempuan lokal dan seorang laki-laki asing dewasa, yang ditemani oleh seorang anak laki-laki yang masih di bawah umur (lihat gambar). Anak tersebut duduk dengan tingkah bosan menemani tiga orang dewasa itu, yang terus mengobrol dengan serunya di tengah hiruk-pikuk bar yang penuh dengan ekspat, asap rokok dan minuman keras.

Aku jadi bertanya pada diri sendiri, kenapa anak kecil ini boleh berada di bar ini pada jam 10 malam? Apakah orang dewasa yang mengajak anak tersebut tidak sadar, bahwa anak di bawah umur masih terlalu muda untuk berkeliaran di bar pada malam hari? Apakah bar yang aku kunjungi ini memang mengizinkan anak di bawah umur untuk masuk? Kenapa tidak ditolak? Apakah gaya hidup di Jakarta memang sudah demikian berubah, sehingga aku jadi bengong terheran-heran melihat kejadian ini? Kenapa tidak ada batas usia untuk pengunjung tempat-tempat hiburan malam di Jakarta?

Aku cuma bisa diam karena kaget melihatnya.

Rabu, 21 Agustus 2013

Sablon Sendiri Asal Tetap Metallica

Akhirnya Metallica akan manggung lagi di Indonesia. Para fans di Jakarta sudah mulai mempersiapkan dandanan ala anak metal dengan atribut kaos hitam, celana jeans dan sepatu bot.

Walau harga kaos hitam band kesayangan yang asli cukup mahal sekarang ini, sekitar US$80 - US$200 per kaos belum termasuk ongkos kirim, para fans tidak kekurangan akal dengan membuat sablon kaos sendiri, seperti yang terlihat di foto berikut. Yang lucu, karena tidak biasa membuat sablon sendiri, logo Guns n Roses yang dicetak oleh fans ini terbalik. Aku sampai geleng-geleng kepala menyaksikan fans ini dan tukang sablon saling memandang, bingung melihat hasil sablon yang terbalik.

Tapi, mau pakai kaos asli ataupun kaos sablon, yang penting semoga para fans senang dan dapat menikmati pertunjukan Metalllica dengan aman di akhir minggu ini.

Senin, 19 Agustus 2013

Hari Pertama Sekolah Lagi

Setelah libur Idul Fitri 1434H, pagi ini adalah hari kembali belajar dan kerja bagi kebanyakan kantor serta sekolah. Terbayang sudah macetnya Jakarta hari ini.

Rabu, 10 April 2013

Pantai Festival Ancol Yang Sepi

Skiff For Rent at Festival Beach Ancol, Jakarta
Foto Pantai Festival Ancol yang sedang sepi pengunjung.

Jumat, 22 Maret 2013

Awas, Jambret Spion Mobil Beraksi Lagi Di Kuningan, Jakarta

Rearview Mirror © jme - Fotolia.com
Tidak sengaja, aku saksikan tindak kejahatan perampasan kaca spion mobil oleh sekelompok orang tadi sore.

Kamis, 20 Desember 2012

Funky Street Sign At Epicentrum Boulevard

Funky Street Sign At Epicentrum Boulevard

Karya seni kontemporer berbentuk satu set rambu lalu lintas di Epicentrum Boulevard Jakarta. Aneh tapi menarik!

From My Windows

From My Windows
Pemandangan sore hari dari jendela kantor saat matahari mulai terbenam di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.

Senin, 10 Desember 2012

Apa Perlu Kita Ikut Reuni

Foto Labschool Jakarta Kelas IXD, Angkatan tahun 88

Pernah aku berpikir, "Apa gunanya ikut reuni?", "Kenapa perlu diadakan reuni?" dan "Apa yang akan aku lakukan saat reuni?". Silahkan simak renungan berikut ini.

Kalau diperhatikan, kata Reuni itu terdiri atas dua suku kata, yaitu Re yang berarti Kembali dan Uni yang berarti Menyatu. Jadi, kata Reuni itu bisa diartikan Kembali Bersatu. Lantas, apa gunanya kita kembali bersatu dalam sebuah reuni? Bukankah hubungan yang terjadi sebelumnya hanyalah sepenggal fragmen masa lalu dari kehidupan kita, yang sudah tidak sesuai dengan kondisi kita saat ini? Ternyata, setelah dicerna lebih dalam, arti kata Reuni itu masih terlalu dangkal untuk membawa pemahaman yang cukup tentang perlunya partisipasi seseorang dalam sebuah reuni dari waktu ke waktu.

Setelah aku renungkan, ternyata tujuan dari sebuah reuni adalah untuk menjalin kembali tali silaturahmi dengan teman sekolah, kolega, rekan kerja, atau saudara yang sudah lama tidak bertemu, sambil mengenang nostalgia lama dalam canda dan tawa masa lalu. Sebuah reuni adalah suatu wahana bagi para pesertanya untuk melakukan 4B, yaitu: Berdatangan, Bertemu, Bernostalgia dan Bercanda. Kondisi saat ini, status sosial seseorang, maupun pengalaman hidup di luar rentang masa hubungan yang lalu biasanya tidak relevan terhadap tujuan reuni tersebut. Nilai dari sebuah reuni terletak pada hubungan yang terjadi di masa lalu, bukan pada apa atau siapa peserta reuni tersebut saat ini. Nilai yang terkandung di masa lalu inilah yang menjadi simbol perjalanan roda waktu yang terus bergulir di kehidupan kita masing-masing.

Jadi menurutku, partisipasi dalam reuni diperlukan oleh tiap individu karena kita secara naluriah memang memerlukannya, paling tidak untuk sejenak melupakan berjalannya waktu dan membawa kembali kenangan-kenangan masa lalu bersama kenalan-kenalan lama. Selain dapat memberi variasi dalam kehidupan kita, sebuah reuni juga dapat mengingatkan tentang jati diri kita yang tidak pernah berubah sepanjang waktu, yaitu jati diri seorang individu yang kekal dan tidak termakan zaman. Kenyataannya, kita memang pernah sekolah bersama di Labschool. Kita pernah sama-sama habiskan sebagian umur kita di sekolah ini. Walau zaman telah berubah, tapi fragmen kehidupan sekolah di Labschool adalah bagian dari realita kehidupan kita bersama.
Kita masih tetap sama seperti dulu, dan Kita Masih YPK.

*Tulisan ini didedikasikan pada teman-teman Labschool Angkatan 88.

Senin, 19 November 2012

Lahan Bermain Anak Di Jakarta Kurang

Main bola di dalam gang
Sumber gambar: http://dinneno.wordpress.com/2011/06/12/kami-butuh-lapangan-tuk-main-bola
Cepatnya pertumbuhan jumlah penduduk di Jakarta mendorong berkembangnya kawasan-kawasan perumahan baru yang dibarengi dengan kurangnya ketersediaan ruang publik tempat berkumpul dan berinteraksi antar warga serta berkurangnya lahan terbuka tempat bermain anak-anak.

Minimnya lahan bermain di kota Jakarta membuat banyak anak-anak menghabiskan waktu bermain di taman atau lokasi serupa yang berdekatan dengan jalan umum. Kita juga sering melihat banyak anak-anak yang bermain di tengah jalan di depan rumah mereka di berbagai komplek perumahan, karena tidak tersedianya tempat bermain yang layak di lingkungan perumahan tersebut. Hal ini selain meningkatkan resiko cidera pada anak-anak saat bermain, juga mengancam keselamatan jiwa mereka oleh banyaknya kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Saya pikir, bermain di jalanan umum adalah gaya hidup di Jakarta yang salah, tapi anak-anak ini tidak punya pilihan lain. Pemerintah DKI perlu bertindak untuk memperbanyak ruang publik dan tempat bermain di kawasan-kawasan perumahan tersebut. Kasihan anak-anak itu. Tanpa tempat bermain yang cukup, bagaimana anak-anak ini dapat tumbuh menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani, tanpa cukup merasakan indahnya bermain di lapangan saat masih kanak-kanak?

Senin, 05 November 2012

Salam Pagi

Selamat pagi, rekan-rekan sekalian. Sungguh merupakan suatu nikmat Tuhan yang luar biasa untuk dapat mengucapkan Salam Pagi di pagi yang indah ini. Semoga hari yang mengawali minggu kedua di bulan November 2012 ini membawa berkah bahagia dan kesejahteraan bagi kita semua.
Selamat berkarya!