Rabu, 25 Juni 2014

Haruskah Percaya Iklan Anti-rokok Begitu Saja?

Bukannya aku menentang iklan anti-rokok, tapi ada fakta statistika menarik yang perlu dicermati.
 
Worldbank mencatat (sumber) nilai Crude Death Rate Indonesia (kematian kasar per 1000 orang) adalah 6. Sedangka BPS mencatat (sumber) jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 mendekati 238 juta jiwa. Artinya ada 6 x 238 juta / 100 orang yang meninggal pada tahun tersebut, atau 1.428.000 orang.
 
Kalau disebutkan rokok membunuh 200.000 orang per tahun, artinya rokok penyebab kematian sebesar 200.000 / 1.428.000 = 14% dari jumlah total angka kematian di atas. Atau, bisa dikatakan bahwa rokok membunuh 200.000 / 238.000.000 orang per tahun = 0.084% dari jumlah total penduduk pertahun.
 
Pertanyaannya:

1. Apakah betul angka 14% dari total kematian akibat rokok itu adalah penyebab kematian utama di Indonesia? Bukankah masih ada 86% lagi penyebab kematian yang tidak pernah diberitakan semarak informasi anti-rokok.

2. Mungkinkah ada penyebab kematian lain yang lebih signifikan, namun belum berhasil diatasi di Indonesia?

3. Apakah rokok yang menyebabkan kematian 0.084% dari jumlah total penduduk Indonesia itu begitu berpengaruh, bila dibandingkan dengan angka natalitas sebesar 1.49% (sumber)?

4. Mungkinkah ada sesuatu yang 'lebih besar' dibalik kampanye anti-rokok, atau ada pihak tertentu yang akan diuntungkan secara finansial bila rakyat Indonesia berhenti merokok dan industri rokok Indonesia jatuh?

(Sumber gambar: http://www.kpai.go.id/tinjauan/menyelamatkan-anak-dari-bahaya-rokok/)