![]() |
| Ulang Tahun ke 45 |
Sabtu, 09 Agustus 2014
Minggu, 27 Juli 2014
Selamat Idul Fitri 1435 H
Selamat Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir & bathin. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.
(Image source: http://www.internationalreporter.com/News-17736/nia-releases-its-best-wishes-for-eid-ul-fitr-to-all-muslims.html)
Rabu, 25 Juni 2014
Haruskah Percaya Iklan Anti-rokok Begitu Saja?
Bukannya aku menentang iklan anti-rokok, tapi ada fakta statistika menarik yang perlu dicermati.
Worldbank mencatat (sumber) nilai Crude Death Rate Indonesia (kematian kasar per 1000 orang) adalah 6. Sedangka BPS mencatat (sumber) jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 mendekati 238 juta jiwa. Artinya ada 6 x 238 juta / 100 orang yang meninggal pada tahun tersebut, atau 1.428.000 orang.
Kalau disebutkan rokok membunuh 200.000 orang per tahun, artinya rokok penyebab kematian sebesar 200.000 / 1.428.000 = 14% dari jumlah total angka kematian di atas. Atau, bisa dikatakan bahwa rokok membunuh 200.000 / 238.000.000 orang per tahun = 0.084% dari jumlah total penduduk pertahun.
Pertanyaannya:
1. Apakah betul angka 14% dari total kematian akibat rokok itu adalah penyebab kematian utama di Indonesia? Bukankah masih ada 86% lagi penyebab kematian yang tidak pernah diberitakan semarak informasi anti-rokok.
2. Mungkinkah ada penyebab kematian lain yang lebih signifikan, namun belum berhasil diatasi di Indonesia?
3. Apakah rokok yang menyebabkan kematian 0.084% dari jumlah total penduduk Indonesia itu begitu berpengaruh, bila dibandingkan dengan angka natalitas sebesar 1.49% (sumber)?
4. Mungkinkah ada sesuatu yang 'lebih besar' dibalik kampanye anti-rokok, atau ada pihak tertentu yang akan diuntungkan secara finansial bila rakyat Indonesia berhenti merokok dan industri rokok Indonesia jatuh?
(Sumber gambar: http://www.kpai.go.id/tinjauan/menyelamatkan-anak-dari-bahaya-rokok/)
Sabtu, 14 Juni 2014
Kesalahan Dalam Belajar Musik
Menahan napas adalah kebiasaan salah yang selalu aku ulangi saat bermain musik. Baik saat memainkan piano, gitar atau lainnya, bahkan saat mengatur komposisi di depan layar komputer, aku selalu menahan napas untuk dapat lebih menjiwai isi dari musik tersebut. Namun hal tersebut ternyata malah merusak ritme musik yang sedang aku mainkan, karena harus menarik napas dalam-dalam setelah selama beberapa saat tidak menghirup oksigen sama sekali.
Kebiasaan tersebut sudah sulit diubah karena tertanam selama hampir 40 tahun dan sudah menjadi bagian dalam caraku bermusik. So, enjoy saja deh.
Rabu, 11 Juni 2014
Selasa, 10 Juni 2014
Mati Lampu (lagi?)
Jaman sekarang ini, kantor di Jalan Sudirman masih alami mati lampu? Bagaimana teman-teman PLN?
Sabtu, 01 Maret 2014
Batas Usia: Bar Seharusnya Tolak Anak-anak
Aku sedang berada di sebuah bar di kawasan Kuningan, Jakarta. Di meja sebelahku, duduk dua orang perempuan lokal dan seorang laki-laki asing dewasa, yang ditemani oleh seorang anak laki-laki yang masih di bawah umur (lihat gambar). Anak tersebut duduk dengan tingkah bosan menemani tiga orang dewasa itu, yang terus mengobrol dengan serunya di tengah hiruk-pikuk bar yang penuh dengan ekspat, asap rokok dan minuman keras.
Aku jadi bertanya pada diri sendiri, kenapa anak kecil ini boleh berada di bar ini pada jam 10 malam? Apakah orang dewasa yang mengajak anak tersebut tidak sadar, bahwa anak di bawah umur masih terlalu muda untuk berkeliaran di bar pada malam hari? Apakah bar yang aku kunjungi ini memang mengizinkan anak di bawah umur untuk masuk? Kenapa tidak ditolak? Apakah gaya hidup di Jakarta memang sudah demikian berubah, sehingga aku jadi bengong terheran-heran melihat kejadian ini? Kenapa tidak ada batas usia untuk pengunjung tempat-tempat hiburan malam di Jakarta?
Aku cuma bisa diam karena kaget melihatnya.
Sabtu, 22 Februari 2014
Salut: Karyawan Soelina Sosis Memang Jempol
Entah bagaimana kultur customer service di PT. Soelina Inter Karya Processing itu dibentuk. Namun, sikap semua karyawan yang aku temui di pabrik pembuat sosis dan daging olahan itu begitu akrab, simpatik dan sangat customer oriented. Padahal, aku bukan bicara tentang karyawan white collar saja, namun yang blue collar juga tidak segan untuk menyapa dan menyambut pelanggan yang datang berkunjung.
Aku pikir, ada suatu etos kerja yang perlu aku pelajari dari karyawan Soelina. Mereka bekerja dengan happy dan menyadari bahwa pelanggan adalah sumber pemasukan bagi perusahaan. Somehow, manajemen Soelina berhasil menciptakan suasana yang kondusif dan pas untuk bisnis yang mereka jalani.
Salut pada para karyawan Soelina! Aku pasti kembali lagi untuk beli sosis buatan anda banyak-banyak.
Sedih: Whatsapp Dibeli Facebook US$19 B
Akhirnya, startup penyedia aplikasi messaging & chat, Whatsapp, minggu ini dibeli juga oleh 'raja social network', Facebook, senilai 19 milyar dollar Amerika.
Aku kok jadi merasa sedih ya. Whatsapp adalah salah satu aplikasi yang berhasil menyerobot lahan Facebook dari sisi interaksi antar pengguna. Walau jumlah usernya hanya sepertiga dari jumlah user Facebook, namun Whatsapp sangat aktif digunakan oleh para usernya dalam berkomunikasi. Inilah alasan Facebook membeli Whatsapp, yaitu untuk menguasai pasar komunikasi sosial dan memperkuat posisinya sebagai sarana berbagi atau social network. Tanpa alasan jangka panjang yang kuat semacam ini, untuk apa Facebook sampai mati-matian membeli perusahaan yang revenue-nya kecil, dengan harga yang senilai dengan revenue Facebook sendiri selama dua tahun?
Sekarang, hilanglah sudah lambang kebebasan berkiriman pesan yang selama ini selalu dicanangkan oleh Whatsapp. Sedih, ya.
RIP, Whatsapp. Thank you for so many great moments.
Selasa, 31 Desember 2013
Menjelang Tahun Baru 2014
Kira-kira tinggal satu setengah jam lagi, aku akan meninggalkan tahun 2013. Tahun ini adalah masa yang penuh konflik emosional, tapi juga banyak memberi pelajaran berharga bagiku.
Semoga tahun depan akan menjadi masa yang lebih baik. Semoga aku selalu sehat, bahagia dan selalu dilimpahi kemuliaan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Itulah doaku di tahun baru ini.
Selamat Tahun Baru 2014.
Rabu, 30 Oktober 2013
Ayunan di Bumi Sangkuriang Bandung
Dua ayunan ini disumbangkan oleh keluargaku kepada Bumi Sangkuriang pada pertengahan tahun 70-an, sebagai salah satu wahana mainan anak di lingkungan balai pertemuan di kota Bandung tersebut. Kedua ayunan ini masih berfungsi dengan baik hingga sekarang. Aku percaya bahwa kedua ayunan ini telah memberi keceriaan dan tawa riang bagi anak- anak yang memainkannya dari waktu ke waktu.
Landasan ayunan ini terbuat dari bak metal, sekitar 1 mm, yang dapat menjaga keamanan anak sewaktu bermain dari bahaya jatuh. Yang menarik, bak metal ini sebenarnya adalah bak mandiku waktu bayi, yang dimodifikasi menjadi ayunan setelah aku masuk SD sekitar tahun 1976 atau 1977.
Ternyata keluargaku cukup kreatif. Semoga kedua ayunan ini terus berfungsi untuk waktu yang lama dan terus membawa tawa ceria bagi anak-anak yang berkunjung ke Bumi Sangkuriang.
Senin, 23 September 2013
Rabu, 21 Agustus 2013
Sablon Sendiri Asal Tetap Metallica
Akhirnya Metallica akan manggung lagi di Indonesia. Para fans di Jakarta sudah mulai mempersiapkan dandanan ala anak metal dengan atribut kaos hitam, celana jeans dan sepatu bot.Perceraian, Oh Perceraian
Sepanjang tahun 2013 aku dengar sedikitnya 7 perceraian pasangan suami isteri yang kukenal. Artinya, hampir tiap bulan rata-rata ada 1 pasang kenalan yang bercerai.
Apakah perceraian memang sedang trend di Indonesia? Sebegitu rapuhnya ikatan rumah tangga pasangan menikah saat ini?
Menurut Tempo, angka perceraian di Indonesia tiap tahun semakin fantastis. Menurut Republika, angka perceraian tahun 2005 - 2010 meningkat sebesar 70%. Tidak heran bila tahun ini mungkin sudah menembus angka 100%. Satu hal yang menarik adalah meningkatnya kasus perceraian berdasarkan gugatan pihak isteri. Bisa jadi hal ini menunjukkan tingkat kemapanan perempuan Indonesia yang semakin baik, yang berdampak pada kemandirian dan keberanian pengambilan keputusan oleh pihak perempuan.
Namun, apapun alasannya, aku sangat menyayangkan tingginya tingkat perceraian ini. Menurutku, hal ini adalah indikasi adanya suatu epidemi penyakit sosial laten yang sedang kita hadapi bersama.
Senin, 19 Agustus 2013
Hari Pertama Sekolah Lagi
Minggu, 18 Agustus 2013
Sabtu, 17 Agustus 2013
Merdeka Indonesia
Genap 68 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan. Semoga bangsa dan negara kita semakin jaya, kuat dan maju.
Jumat, 09 Agustus 2013
Kami Bangga Menjadi Muslim Berbudaya Indonesia
Aku sedih melihat tradisi Lebaran di Indonesia, seperti saling minta maaf, mengucapkan "Minal Aidzin Wal Faidzin" dan lainnya, dicemooh serta dinilai 'tidak Islami' melalui pesan SMS, BBM, atau lainnya.
Dalam kasus ini budaya Arab, sejak jaman Nabi hingga sekarang, dijadikan referensi dalam menilai bahwa suatu tradisi bersifat Islami atau tidak. Karena budaya saling memaafkan saat hari raya Idul Fitri tidak ada referensinya di jaman Nabi, maka hal ini dinilai tidak Islami dan tidak perlu dilakukan oleh umat Islam di Indonesia.
Tapi tunggu dulu. Bukankah saling memaafkan, makan ketupat, pukul bedug, hingga mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin adalah tradisi bangsa Indonesia yang sama sekali tidak bertentangan dengan akidah agama Islam? Kenapa kita harus mengikuti anjuran sekelompok orang yang mengajak kita untuk meninggalkan tradisi bangsa yang bermakna baik dan sejalan dengan semangat Islam secara keseluruhan? Kenapa Islam harus identik dengan budaya Arab, kenapa kita tidak mengidentifikasikan Islam sebagai budaya Indonesia? Bukankah anjuran semacam ini tidak memberi nilai tambah apapun dalam kehidupan bernegara di Indonesia?
Aku pikir, kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga dengan tradisi yang kita miliki, selama tradisi tersebut bersifat baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama. Seharusnya kita harus bangga karena telah berhasil menyerap dan menyesuaikan budaya Islam ke dalam budaya Indonesia dalam bentuk tradisi yang baik. Kita tidak perlu berusaha meng-Arab-kan diri kita agar menjadi muslim yang baik. Tanpa mengecilkan budaya bangsa lain, namun kita harus bangga dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya bangsa Indonesia. Budaya bangsa Indonesia lebih sesuai bagi bangsa kita untuk menuju jalan Islam sebagai seorang muslim sejati.
Kita harus berani berkata: "Kami bangga menjadi Muslim Berbudaya Indonesia".



