Kenapa kita harus repot memilih perangkat storage NAS (Network Attached Storage) yang menggunakan file system ZFS? Bukankah merek-merek NAS di pasar, dari kelas low-end hingga mid-range, kebanyakan menerapkan file system ext3 atau ext4, atau bahkan cukup hanya menggunakan NTFS, untuk mengelola struktur tata letak file dalam storage tersebut? Bukankah ZFS juga dikenal rakus memakan tenaga CPU dan kapasitas RAM? Silahkan simak alasannya dalam ulasan berikut ini.
